SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul Jadi Tujuan ASEAN-PRIME Cross-Learning Exchange: Berbagi Praktik Baik Sekolah Aman Bencana
Bantul — Kesiapsiagaan adalah investasi terbaik untuk keselamatan generasi mendatang. Semangat inilah yang tercermin dalam kunjungan lapangan peserta ASEAN-PRIME Cross-Learning Exchange (CLE) 3 ke SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul.
Dalam kesempatan istimewa tersebut,pada hari Kamis, 30 Juli 2026 SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul menerima kunjungan 21 perwakilan National Disaster Management Offices (NDMOs) dari berbagai negara anggota ASEAN. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di lingkungan sekolah.
Kunjungan lapangan ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat secara langsung berbagai praktik baik implementasi SPAB yang telah diterapkan di SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul. Para peserta juga memperoleh gambaran mengenai bagaimana upaya pengurangan risiko bencana dapat diintegrasikan dalam kehidupan dan aktivitas pendidikan di sekolah dasar.
Melalui kegiatan Cross-Learning Exchange, para peserta tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai strategi membangun budaya kesiapsiagaan bencana di satuan pendidikan, serta berbagi praktik baik. Pertukaran pengetahuan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan pengurangan risiko bencana memiliki peran yang sangat penting. Sekolah dapat menjadi ruang strategis untuk menanamkan kesadaran, pengetahuan, keterampilan, dan sikap tanggap bencana kepada generasi sejak usia dini.
Penerapan SPAB bukan sekadar tentang bagaimana menghadapi bencana ketika terjadi. Lebih dari itu, SPAB merupakan upaya membangun budaya keselamatan dan kesiapsiagaan yang dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh warga sekolah.
Bagi SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul, kunjungan ini menjadi sebuah kehormatan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penerapan sekolah aman bencana. Kehadiran para perwakilan NDMOs dari negara-negara ASEAN juga menjadi kesempatan berharga untuk belajar dari berbagai perspektif dan pengalaman kebencanaan di kawasan Asia Tenggara.
Dari Sekolah Dasar untuk ASEAN yang Lebih Tangguh
Kegiatan ASEAN-PRIME Cross-Learning Exchange (CLE) 3 memberikan pesan penting bahwa upaya membangun ketangguhan terhadap bencana dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah dasar. Murid-murid perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan usia mereka agar mampu mengenali risiko, menjaga keselamatan diri, serta memahami pentingnya kesiapsiagaan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter tangguh dan budaya keselamatan.
Kunjungan ini sekaligus memperkuat semangat kolaborasi lintas negara dalam mewujudkan satuan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan tangguh menghadapi berbagai risiko bencana. SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul berkomitmen untuk terus belajar, berbagi, dan bergerak bersama dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana.Karena sekolah yang aman bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga tempat untuk menumbuhkan generasi yang tangguh, peduli, siap menghadapi risiko, dan mampu menjaga keselamatan bersama.
Mari terus bergandengan tangan mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan tangguh bencana!
(If)




