SEKOLAH ISLAM MULTITALENTA, LAUNCHING BUKU CATATAN AKTIF PERSYARIKATAN

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran/4: 104)

Menjadi guru atau karyawan di amal usaha Muhammadiyah berarti menjadi bagian ujung tombak dakwah Islam di persyarikatan. Sebuah keniscayaan, guru dan karyawan amal usaha Muhammadiyah harus paham apa itu Muhammadiyah, visi, misinya, matan keyakinan dan cita-citanya, serta berbagai rumusan keputusan yang mengikat anggotanya. Maka, aktif bermuhammadiyah adalah cara paling efektif untuk menyelami sekaligus mengkafahkan diri menjadi bagian pergerakan dakwah ini.

Paradigma yang telah mengakar bahwa aktif dalam persyarikatan berarti duduk dalam kepengurusan, dan berperan aktif serta terlibat secara langsung dalam segala kegiatan yang diselenggarakan oleh ortom Muhamadiyyah dan Aisyiyah. Tentu idealnya memang demikian, tetapi sesungguhnya banyak alternatif yang bisa dilakukan untuk bisa aktif di persyarikatan. Buku ini hadir sebagai salah satu pedoman dalam melangkah dan berjuang dalam persyarikatan, bahwa aktif adalah terus bergerak dengan segenap langkah untuk mewujudkan “Baldatun Thayyibatun wa robbun ghofur” melalui berbagai kegiatan.

SD Unggulan Aisyiyah Bantul meluncurkan program catatan aktif persyarikatan setiap guru dan karyawan melalui buku sederhana yang diisi secara mandiri dan kesadaran masing-masing guru karyawan. Buku sederhana yang diawali paparan bentuk-bentuk keaktifan bermuhammadiyah diinisiasi oleh Triyanto, S.Pd. Kepala Urusan Keislaman dan Budaya SD Unggulan Aisyiyah Bantul. Buku catatan keaktifan persyarikatan ini diharapkan menjadi motivasi sekaligus dokumen perjalanan indah guru dan karyawan SD Unggulan Aisyiyah Bantul dalam bermuhammadiyah. Paparan bentuk keaktifan bermuhammadiyah pun bisa dikata bak “oase di tengah padang pasir” bahwa Gerakan dakwah ternyata dapat dimulai dari hal yang terdekat dengan diri kita salah satu contohnya yaitu dengan membuat video dakwah atau informasi tentang Muhammadiyyah di youtube ataupun media lainnya merupakan salah satu bentuk keaktifan dalam persyarikatan. Aktif berjamaah sholat fardhlu dan memakmurkan masjid/musholla milik Muhammadiyah juga merupakan gerakan nyata yang sangat mendasar dalam mengokohkan perjuangan gerakan dakwah muhammadiyyah.

Setiap momen yang tercatat akan menjadi inspirasi  dalam memelihara dan menjaga Muhammadiyyah dengan sepenuh hati agar Muhammadiyah bisa terus berkembang selamanya sebagaimana nasihat sang pendiri sekaligus seorang ulama khatibamin Kasultanan Ngayogyakarta K.H. Ahmad Dahlan. Warisan Muhammadiyah yang dititipkan Beliau adalah wadah dan ladang yang teramat istimewa bagi kita untuk bercita cita dan bekerja demi terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhai Allah swt. K.H. Ahmad Dahlan juga merupakan ulama yang mengajarkan Islam tidak hanya sebatas transfer ilmu pangetahuan tetapi ia mendidik murid untuk mepraktikkan/mengamalkan ayat-ayat al-Qur’an yang dipelajari. Menurut K.H. Ahmad Dahlan mengamalkan ajaran Islam tidak perlu menunggu mengetahui semuanya, tetapi apa yang telah diketahui terus dipraktikkan, dimulai dari yang sedikit dan kecil. Untuk itulah beliau sering dikatakan kyai yang memiliki prinsip berilmu amaliyah dan beramal ilmiah. Buku ini menuntun kita untuk berani memulai perjalanan berilmu amaliyah dari yang sedikit dan kecil hingga kelak InsyaAllah akan lahir sosok yang akan terus melanjutkan perjuangan dalam tajuk “Catatan Perjalanan Indah dalam Bermuhamadiyyah” hingga akhir zaman.

Kiprah di Muhammadiyah adalah kisah menakjubkan dan sebuah kesyukuran kepada Allah SWT dalam merintis jalan dakwah beramar ma’ruf nahi munkar dengan penuh kesabaran dan kegigihan. Guru dan karyawan SDUA adalah bagian kecil tonggak kekuatan Aisyiyah dan Muhammadiyah yang Kiprahya dinanti jutaan anak negeri untuk tegaknya nilai-nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mari dengan mengucapkan Bismillah perjalanan ini tercatat dalam “Buku Catatan  aktif Persyarikatan” sebagai penggerak diri dalam  melaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan Khalifah Allah di muka bumi yang kelak InsyaAllah akan menjadi hamba yang beruntung. Selamat atas terbitnya “Buku Catatan aktif Persyarikatan” semoga menjadi buku yang bermanfaat untuk terus berfastabiqul khairat.

Eny_Els

 

                          “Hidup Hidupilah Muhammadiyah, Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah”

Visits: 3816 Today: 20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *