Belajar dari Banyak Tempat, Bertumbuh Lewat Pengalaman: Kunjungan Studi Murid SD Unggulan Aisyiyah Bantul

Bantul – Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Ada banyak pengetahuan yang dapat ditemukan ketika murid melihat secara langsung, mencoba, mengamati, dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Semangat itulah yang hadir dalam kegiatan Kunjungan Studi SD Unggulan Aisyiyah Bantul yang dilaksanakan pada tanggal 15-17 September 2026 serta diikuti oleh murid dari kelas 1 hingga kelas 6.

Setiap jenjang kelas mengunjungi tempat yang berbeda sesuai dengan usia dan tujuan pembelajaran, sehingga pengalaman yang diperoleh pun menjadi semakin beragam dan bermakna.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi murid untuk menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan berbagai hal yang mereka temui secara langsung di lapangan.

Murid kelas 1 berkunjung ke Kampung Batik Giriloyo. Di tempat ini, murid diperkenalkan lebih dekat dengan batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia. Mereka dapat melihat proses pembuatan batik sekaligus mengenal keterampilan dan ketekunan yang diperlukan dalam menghasilkan sebuah karya.Bagi murid kelas 1, pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk mengenal budaya melalui kegiatan yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, murid kelas 2 dan kelas 3 melaksanakan kunjungan studi di Taman Pintar Yogyakarta. Berbagai wahana edukatif menjadi ruang bagi murid untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan dengan cara yang lebih interaktif. Melalui pengalaman tersebut, murid tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak mengamati berbagai fenomena dan mencoba memahami konsep melalui pengalaman langsung.

Murid kelas 4 mengunjungi Jogja Agro Park untuk mengenal lebih dekat dunia pertanian dan lingkungan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada murid untuk melihat berbagai tanaman dan aktivitas pertanian dapat menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.Pembelajaran di luar kelas seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kepedulian murid terhadap lingkungan dan sumber daya alam di sekitarnya.

Berbeda dengan jenjang lainnya, murid kelas 5 berkunjung ke Pusat Inovasi Agroteknologi UGM. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi murid untuk mengenal perkembangan teknologi dan inovasi di bidang pertanian. Murid dapat melihat bahwa pertanian tidak hanya berkaitan dengan kegiatan menanam dan memanen, tetapi juga terus berkembang melalui ilmu pengetahuan, teknologi, serta berbagai inovasi yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan masa depan.

Murid kelas 6 melaksanakan kunjungan studi di Museum Kotagede. Sebagai bagian dari pembelajaran di jenjang akhir sekolah dasar, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah dan warisan budaya yang ada di Kotagede.Menariknya, kegiatan kunjungan studi kelas 6 juga berbarengan dengan agenda foto buku tahunan. Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kenangan murid kelas 6 sebelum menyelesaikan perjalanan mereka di bangku sekolah dasar.

Rangkaian kunjungan studi ini menunjukkan bahwa pembelajaran dapat hadir dalam banyak bentuk dan tempat. Melalui kunjungan studi, murid diajak untuk melihat lebih dekat, bertanya lebih banyak, dan memahami bahwa ilmu yang dipelajari di sekolah memiliki hubungan dengan kehidupan nyata.

Bagi SD Unggulan Aisyiyah Bantul, pengalaman belajar seperti ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk mengalami, mengeksplorasi, dan menemukan hal-hal baru.

(*if)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *