MENUMBUHKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI SHALAT DUHA SEBAGAI GOLDEN HABBIT

Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk karakter pada peserta didik agar menjadi pribadi yang tangguh, berakhlak mulia, sehingga dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Sebagai makhluk Allah, pendidikan karakter ini mengusahakan agar peserta didik menjadi pribadi yang sempurna secara pengetahuan dan sikap sebagai bentuk manifestasi sifat Allah Yang Maha Sempurna.

Banyak hal yang diupayakan oleh sekolah dalam rangka menumbuhkan karakter pada diri peserta didik, salah satunya dengan melaksanakan salat duha. Pembiasaan salat duha di sekolah telah dilaksanakan sejak SD Unggulan Aisyiyah Bantul ini berdiri. Sempat terhenti selama satu tahun karena pandemi, kini pembiasaan itu sudah tampak bergeliat lagi. Salat duha mewarnai kegiatan peserta didik pada waktu istirahat yakni pukul 09.30 WIB.

  

Rangkaian golden habbit salat duha dimulai dengan berwudu. Melalui berwudu, peserta didik diharapkan memahami bahwa wudu bertujuan untuk menghilangkan hadas sebelum beribadah kepada Allah Swt. Hal ini untuk menanamkan dalam diri peserta didik agar senantiasa menjaga diri dari hal yang najis, menjaga kebersihan, dan suka dengan hal yang baik serta indah. Saat berwudu, guru berperan  mendampingi, mengamati, mengevaluasi tata cara wudu peserta didik. Selain itu, guru memberi arahan agar tata cara wudu peserta didik lebih sempurna sesuai syariat.

Salat duha dilaksanakan berjumalah 4 rakaat, dengan rincian 2 rakaat berjamaah dan 2 rakaat secara munfarid. Selain agar peserta didik mampu bekerjasama dan lebih rukun, salat duha berjamaah bertujuan agar guru dapat mengecek kemudian mengevaluasi gerakan serta bacaan salat peserta didik. Selesai salat duha jamaah, dilanjutkan dengan salat duha secara munfarid untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab dan syukur peserta didik kepada Illahi Rabbi. Rangkaian salat duha diakhiri dengan berdoa. Melalui berdoa, peserta didik dibiasakan untuk mengharap hanya kepada Allah Swt.,  serta sebagai pengingat bahwa segala sesuatu tiada terkabul tanpa izin dari-Nya.

Harapannya, salat duha ini menjadi golden habbit peserta didik. Golden habbit yang dapat menuntun peserta didik untuk senantiasa berakhlaqul karimah dan menghindari perbuatan keji dan mugkar. Tidak hanya dilakukan sewaktu di sekolah,  tetapi tertib dilaksanakan di rumah. Bahkan kebiasaan ini tidak hanya dilakukan sekarang, ketika masih berstatus sebagi peserta didik, tetapi berlanjut sampai nanti, besok, dan seterusnya sampai akhir hayatnya. Dengan demikian tujuan pendidikan karakter dapat tercapai dan seluruh peserta didik menjadi insan kaamil. Aamiin. -ELH-

Visits: 2645 Today: 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *