Skip to Content

SISWA SDU KEMBALI MENCETAK PRESTASI DALAM ACARA FESTIVAL WISATA BUDAYA JEMPARINGAN PIALA RAJA HB.

SISWA SDU KEMBALI MENCETAK PRESTASI DALAM ACARA FESTIVAL WISATA BUDAYA JEMPARINGAN PIALA RAJA HB.

Be First!

Puluhan orang berpakaian adat memadati sudut halaman alun-alun selatan Yogyakarta Sabtu 3/11/2018 Pagi. Mereka mengikuti lomba panah tradisional Mataram atau yang lazim disebut Jemparingan. Jemparingan adalah tradisi peninggalan dari Sultan Hamengku Buwono X. Kegiatan panahan tradisional ini telah dilombakan sejak 1934. Di masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono X, lomba ini diadakan setiap 35 hari sekali dan bertepatan dengan waktu hari dalam tanggalan Jawa, yakni Selasa Wage. Kini, panahan tradisional Mataraman menjadi salah satu gaya dalam cabang olahraga panah di Indonesia.

 

 

Semua orang yang mengikuti lomba diharuskan menggunakan busana adat Jawa, busur serta panah tradisional. Lomba Jemparingan tersebut di adakan oleh Dinas Pariwisata DIY dan Kraton Yogyakarta  yang diikuti 30 peserta dari seluruh kota Yogyakarta memperebutkan Trophy Bergilir “Piala Raja HB” dan Hadiah Jutaan Rupiah.

Erina Paramesti adalah siswa SD Unggulan Aisyiyah Bantul merupakan satu dari puluhan peserta lomba panah tradisional atau jemparingan pada Festival Wisata Budaya Jemparingan Piala Raja HB pada hari itu dan berhasil memenangkan juara I Lomba Jemparingan untuk kategori kelompok A (kelas 4,5 dan 6).

 

 

Previous
Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*