Skip to Content

LESTARIKAN BUDAYA LEWAT FESTIVAL DOLANAN & JAJANAN TRADISIONAL

LESTARIKAN BUDAYA LEWAT FESTIVAL DOLANAN & JAJANAN TRADISIONAL

Be First!

Festival Dolanan dan Jajanan Tradisional 2017 SD Unggulan ‘Aisyiyah Bantul berjalan sangat meriah, Sabtu 9/9. Seluruh siswa berantusias mengikuti acara yang diadakan di Lapangan Ringinharjo, Bantul. Selain ikut memeriahkan perayaan Hari Olahraga Nasional, event ini bertujuan mengenalkan siswa kepada permainan tradisional yang lama tidak dimainkan.

Fanis Sofyan selaku panitia festival menyampaikan bahwa saat ini siswa-siswi masih sedikit
yang mengetahui dan memainkan dolanan tradisional. “Mereka tahu-nya gadget dan gadget, dolanan ular naga atau sejenisnyan belum tau,” tegas ketua panitia. Hal ini menjadi perhatian panitia sebagai pihak penyelenggara guna menggaungkan kembali berbagai dolanan tradisional di era modernisasi.

Ada 19 cabang dolanan tradisional, diantaranya Jemparingan, Egrang, Tamparan, Bakiak Bathok, Yeye, Baksodor, Boi-Boinan, Benthik, Bas-Basan & Nekeran. Dolanan lain diperuntukan bagi kelas bawah, seperti Balap Karung Estafet, Lari Kelereng Estafet, Ombak Banyu, Tiga Jadi, Kucing-Kucingan, Ingkling, Cendhak Dhodhok, Ular Naga, Cublak-Cublak Suweng, dan Dakon.

Permainan nekeran yang dimainkan siswa SDUA.

Seluruh siswa yang mengikuti cabang dolanan akan memperebutkan medali emas, perunggu, dan perak. Hasil perolehan medali secara langsung akan diakumulasi guna menentukan juara umum kategori kelas atas dan bawah. Selain cabang dolanan, ada juga cabang jajanan tradisional, perwakilan setiap kelas menampilkan panganan tradisional dari seluruh daerah di Indonesia. Ada yang membawa gethuk, klepon, apem, dan makanan khas lainnya. “Kita jual jajanan klepon, lupis, dan masih ada lainnya,” ungkap Latisha. Siswa kelas IV D Thalhah ini menjajakan makanan tradisional yang disajikan dan disusun rapi dengan tampah, supaya menarik perhatian pembeli.

Jajanan tradisional yang ditampilkan dalam Festival.

Festival dolanan dan jajanan tradisional kali ini terbilang sangat sukses, meski kegiatan dilangsungkan saat terik matahari menyengat, tetapi semangat anak-anak, dan kekompakan panita penyelenggara menutup segala kekurangan. Fanis mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungannya dari berbagai pihak sehingga kegiatan berjalan sukses. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penyelenggaraan event tahunan ini. (tutup)

Previous
Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*